Kisah Seorang Pendosa Yang Menjadi Orang Saleh


Ibn Qudamah r.h telah menyebutkan sebuah peristiwa dalam kitab at-Tawabin. Sebuah insiden yang sangat menakjubkan. Ada seseorang bernama Mahdi yang hidupnya penuh dosa, buruk, jahat, main wanita, sebuah gaya hidup yang gemerlap dan flamboyan. Dia melakukan banyak kejahatan, dia melanggar semua jenis hukum. Dia menghabiskan suatu malam dengan anggur dan wanita, dan dia meninggalkan shalat Dzuhurnya, Shalat Asharnya, shalat Magribnya, Matahari terbenam dan hampir Isya. Jadi salah satu wanita budakya merasa khawatir, dan dia berkata dalam hati “Akuharus melakukan sesuatu untuk membuka mata tuanku.” jadi dia mempunyai sebuah rencana dan dia mendapatkan sebuah batu bara yang panas, dia datang dan embakar kaki tuannya. Hal itu membuatnya terkejut dan dia lansung berdiri, dan berkata “Apa-apaan ini?!” Jadi budaknya berkata “Ini hanya api dunia, apa yang akan terjadi padamu jika kobaran api neraka ditimpakan kepadamu?” Sesungguhnya neraka akan memercikkan api-apinya kepadamu yang sebesar istana. Akhirnya dia sadat bahwa waktunya telah tiba, dan dia harus mengubah prioritasnya. Kemudian dia memutuskan untuk meninggalkan hidupnya yang penuh dosa dan merengkuh hidup yang sederhana, termotivasi oleh kesadaran akan Allah dan dia mengabdikan hidupnya. Suatu ketika, dua ulama terkenal mengunjunginya, yaitu Fudhail ibn Iyyad dan Sufyan ibn Uyaynah yang mendapatkan hak istimewa dan dijuluki sebagai muhaddist dari Haram, Mekkah. Jadi mereka mengunjunginya, dan dia melihat seorang pria yang sudah berubah, hidupnya sederhana, meninggalkan gaya hidup gemerlap dan mewahnya, menjauhkan segala hal-hal gemerlap dari hidupnya.

Jadi Fudhail ibn Iyyad dan Sufyan ibn Uyaynah berkata kepadanya “Dengarlah, telah menjadi ketetapan Allah ketika ada seseorang yang meninggalkan apapun untuk mencari ridha Allah, maka Allah selalu menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik. Kau telah meninggalkan kehidupanmu yang penuh dosa Apa yang Allah berikan kepadamu sebagai gantinya?” Dia berkata “Aku hidup dalam hidup gemerlap yang penuh dosa, tapi Wallahi aku adalah orang yang paling sengsara dan depresi yang pernah kau temui. Aku sekarang telah meninggalkan hidup gemerlap penuh dosa itu dan hidup sedernaha apa adanya, dan aku adalah orang paling bahagia yang pernah kau temui dalam hidupmu”


Previous
Next Post »