Tiga Orang Pertama Yang Masuk Neraka


Pada hari kiamat dalam Sahih Muslim dan Tirmidzi, tiga orang akan dihakimi di hadapan Allah. Seorang ulama, seorang yang senang bersedekah, dan orang yang mati syahid di jalan Allah.

Allah s.w.t akan menghakimi sang ulama. Dia akan bertanya padanya “Aku memberikan pengetahuan. Bagaimana kau menggunakan pengetahuan ini?” 
Sang ulama akan menjawab “Rabbi, Tuhanku, aku mengajarkan pengetahun ini untuk mencari ridha-Mu.” 
Allah akan berfirman “Kau berbohong!” 
Dan ketika para malaikat mendengar ini, mereka menjawab “kau berbohong!” Para malaikat ikut mengucapkannya karena mereka tahu bahwa apapun yang Allah ucapkan adalah kebenaran sejati. 
Allah kemudian akan berfirman “kau hanya mengerjakan pengetahuan ini sehingga orang-orang memujimu” dan berkata” Masya Allah, dia ulama yang hebat. Mari kita beri dia tempat duduk di bagian depan. Mari kita beri dia kehormatan. Mari kita beri dia makan. Mari kita antarkan dia dengan mobil mewah kita. Mari kita berikan dia hadiah. Mari kita panggil dia dengan gelar ini dan itu, dan karena inilah kau mengajarkan pengetahuan. Kau telah mendapatkan apa yang kau inginkan.”Allahuakbar. Seorang ulama? Ratusan ribu bahkan jutaan orang di dunia menjadi rajin shalat karena dirinya. Tahu cara membayar zakat karena jasanya, ikut berdakwah karenanya. Orang-orang diselamatkan dari api neraka karena apa yang diajarkan ulama ini pada mereka, tapi dia disebut sebagai pendusta? Hanya ini dikarenakan apa yang ada dalam hatinya dimana hannya Allah yang tahu. Seseorang ulama bisa seperti itu? Ya, bahkan seorang ulama dapat melakukan itu. 
Allah berfirman, “dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjan, lalu kami jadikan amal itu(bagaikan) debu yang berterbangan.”(Qs.25:23)

Merupakan sebuah kemungkinan bahwa sebagian orang akan dihadapkan di hari kiamat dan mereka telah melakukan begitu banyak kebaikan melebihi siapapun, “kemudian kami akan membuatnya seakan-akan amalnya hanyalah debu-debu yang berterbangan.” Kita meminta Allah agar diselamatkan dari hal demikian. 

Kemudian seorang ahli sedekah akan dibawakan, yaitu orang yang memberi, yang kaya dan punya banyak uang,
“Apa yang kau lakukan dengan kekayaan yang kuberikan padamu?”
Dan dia akan berkata
“Rabbi, aku bersedekah dengannya untuk memberi manfaat pada orang lain. Aku memberikan pada orang miskin dan anak yatim, dan orang yang menjanda. Aku bersedekah pada ceramah-ceramah agama, dan aku bersedekah pada institusi pendidikan, aku bersedekah pada perusahaan percetakan agar mereka bisa mencetak Quran dan berdakwah, dan aku bersedekah.”
Allah s.w.t akan berfirman 
“Kenapa kau melakukan itu?”
Dia berkata
“aku bersedekah untuk mencari ridha-Mu ya Allah.”
Allah akan berfirman
“Kau berbohong!” Dan para malaikat juga berkata “Kau berbohong!”
Kemudian Allah akan berfirman
“ Kau bersedekah dari kekayaan yang Kuberikan padamu, dengan tujuan agar orang-orang memanggilmu sebagai orang yang bermurah hati sehingga namamu tetap dikenang setelah kematianmu sebagai orang yang pemurah, orang yang dermawan. Dan karena kau berniat seperti itu, kau telah menerimanya. Pada hari ini, kau tidak mendapatkan apa-apa dari Kami.”

Kemudian orang yang mati syahid akan dibawakan. Ini adalah orang yang mengorbankan nyawanya. Lalu akan bertanya padanya
“apa yang kau lakukan dengan tubuh yang Kuberikan?”
Dan dia akan berkata “ Aku berperang di jalan-Mu, aku mati di jalan-Mu, aku berdiri pada kebenaran karena-Mu melawan orang dzalim. Dengan begitu aku mati syahid.”
Allah akan berfirman “Kau berbohong!”
Dan para malaikat juga akan mengulanginya “Kau berbohong!”
Allah akan berfirman “ Kau hanya melakukan itu sehingga orang-orang akan menganggapmu sebagai pahlawan, dan membangun monumen untuk mengenangmu, dan kau telah menerima apa yang kau inginkan.”

Rasulullah s.a.w sedang berbicara kepada Mu’az r.a dalam hadist ini. Beliau sedang duduk di hadapannya dan dia menggenggam lutut Mu’az dan mengguncangnya, dia ingin agar Mu’az memperhatikannya dengan seksama, ini sesuatu yang sangat serius.
“Ya Mu’az! Inilah tiga orang pertama yang dengannya Allah akan menyalakan api neraka.”
Seorang Ulama? Seorang ahli sedekah? Seorang syahid? Kenapa ? Hany karena rasa yang ada dalam hati mereka, ini dalam hati mereka, tujuan mereka, prioritas merka, niat mereka adalah sesuatu yang bersifat duniawi dan bukan untuk Allah.

Pembicara : Ustad Bilal Assad
Sumber Artikel: Lampu Islam

Previous
Next Post »